|
Monday, 28 December 2009 05:59 |
|
Komisi D DPRD Sulsel akan meninjau PLTU Tello, Senin, 28 Desember. Peninjauan itu terkait penambahan mesin untuk mengatasi krisis listrik di Sulsel beberapa bulan belakangan. Komisi D sekaligus akan menagih janji PLN terkait tambahan daya itu.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Hery Suhari Attas, Minggu, 27 Desember, mengatakan pada pertemuan antara PLN Wilayah Sultanbatara bersama DPRD Sulsel dengan direksi PLN di Jakarta, disepakati adanya penambahan mesin. Rencananya, bulan ini sudah mulai dioperasikan.
"Ini bagian dari pengawasan yang dilakukan DPRD Sulsel. Kami ingin mengetahui secara jelas mengenai realisasi program yang dibuat PLN beberapa waktu lalu," jelas legislator asal Fraksi Partai Demokrasi Kebangsaan itu. November lalu, atas inisiatif DPRD Sulsel, PLN bertemu dengan direksi di Jakarta. Mereka juga sempat bertemu anggota DPR RI asal Sulsel. Pada kedua pertemuan itu disepakati sebuah upaya untuk mengurangi pemadaman listrik di daerah ini. "Saya dengar sebagian sudah terpasang (mesinnya). Makanya kami mau lihat," tambah Hery. Anggota Komisi D lainnya, Affandy Agusman Aris, menambahkan pihaknya bukan hanya mempertanyakan tambahan mesin pembangkit itu. Menurutnya banyak masalah yang akan diklarifikasi ke PLN. Legislator asal Fraksi Partai Hanura itu mengatakan salah satu yang akan dipersoalkan adalah program B to B. Hingga kini program itu terus berlangsung dengan tarif mencekik, yakni Rp 540 per kwh. Agusman menilai hal ini memberatkan pengusaha kecil dan menengah. (sap)
sumber : fajar.co.id |